Kamis, 15 September 2016
Minggu, 15 Mei 2016
Sabtu, 14 Mei 2016
Jumat, 13 Mei 2016
Kegiatan Musren BANGDES Desa Embung Kandong
Kegiatan Musren BANGDES Desa Embung Kandong di adakan pada hari Sabtu tanggal 17 Juni 2015 yang di hadiri oleh Bapak Camat Terara dan Anggota BPD dan LKMD Desa Embung Kandong.
Kamis, 12 Mei 2016
SELAYANG PANDANG DESA EMBUNG KANDONG
![]() |
| POTO KEPALA DESA DI DAMPNGI OLEH POLMAS DAN BAMBINSA DESA EMBUNG KANDONG |
Desa Embung Kandong memiliki luas wilayah 180
Ha dengan Jumlah penduduk sebanyak
2.548 jiwa dari 893 KK. Yang tersebar didalam 3 (Tiga)
Wilayah Dusun yaitu :
1.
Dusun Tampih
2.
Dusun Gerantung
3.
Dusun Tinggi
Letak Desa
Embung Kandong
berada
di sebelah Selatan
Ibu
Kota Kecamatan
Terara jarak dari Desa Embung Kandong ke Ibu Kota Kecamatan Terara sekitar 7 km dan ke Ibu Kota Kabupaten Lombok Timur (Selong) sekitar 25 km dan dari Ibu Kota Provinsi 45 Km, adapun batas-batas wilayah Desa Embung Kandong sebagai berikut:
|
Sebelah Utara
|
: Desa Rarang Tengah
dan Desa Selagik
|
|
Sebelah Timur
|
: Desa Leming dan Desa Suradadi
|
|
Sebelah Selatan
|
: Desa Rarang Batas dan Desa Leming
|
|
Sebelah Barat
|
: Desa Rarang Selatan
dan Desa Rarag Batas
|
A.
Sejarah Desa Embung Kandong
1.
Latar
Belakang
Pada zaman dahulu Desa Embung Kandong adalah bagian dari wilayah Desa Rarang salah satu Desa di Kecamatan
Terara Kabupaten Lombok Timur yang diyakini sangat tua, kemudian Pada tahun
2002 Desa Rarang mekar menjadi Desa Rarang Selatan dan Embung Kandong masuk
dalam wilayah Desa Rarang Selatan dan kemudian pada tahun 2012 Desa Rarang
Selatan mekar lagi mejadi 2 yakitu Desa Embung Kandong dan Desa Rarang Batas,
Tentu Desa Embung Kandong menyimpan penggalan sejarah dengan berbagai macam
dinamikanya. Namun demikian tidak banyak artefak ilmiah yang dapat ditunjukkan
untuk membuktikannya, serta dinamika dalam mendukung dan mempengaruhi setiap
penggalan sosio-historis dan religius Gumi Sasak ini.
Satu-satunya bukti sejarah
dalam bentuk artefak yang dapat ditunjukkan adalah Eksistensi kuno ( Masyarakat Embung Kandong
menyebutnya dengan istilah Gdeng Raden Ungkun ). Keberadaan “ Gdeng Raden
Ungkun “ ini setidaknya menyisakan jejak sejarah panjang yang dilalui oleh
masyarakat Desa Embung Kandong.
“Gdeng Raden
Ungkun” inilah yang menjadi pusat sosio-cultural dan
religius masyarakat Embung Kadong yang mempengaruhi dan mendasari perkembangan
tradisi, ritual, norma dan perilaku masyarakatnya. Hal inilah yang menyebabkan
hampir semua ritual adat yang dipraktikan oleh masyarakat Embung Kandong selalu
berkaitan dengan Gdeng mulai dari ritual Mepon, Mulud Adat, Bubur Beak dan
Bubur Putik, Ritual Neda dan ritual mangkat lainnya.
Embung Keramat, Embung Kandong adalah sebuah tempat yang
merupakan salah satu dari sekian banyak kekayaan yang dimiliki oleh Desa Embung
Kandong ini .Adanya Embung ini tidak bisa terlepas dari adanya Gdeng
tua dia merupakan dwi tunggal bagi masyarakat Desa Embung Kandong,
inilah salah satu keberuntungan orang Embung Kandong bagaimana tidak ,cobalah
kita perhatikan pada musim kemarau sangat bermanfaat bagi petani khususnya
petani tembakau dan Embung tersebut adalah tempat membudidayakan berbagai macam
jenis ikan, inilah salah satu kekayaan abadi bagi Masyarakat Desa Embung
Kandong yang tergolong masih muda belia
ini.
Terlepas dari untung rugi Masyarakat,
keberadaan Embung ini tidak dapat di pisah kan dengan Rumah Pusaka (
Gdeng Raden ) yang ada di desa ini. Konon disinilah biasanya para Raja
(Datu) bersemedi baik secara bersama maupun secara perorangan, Menurut beberapa
Sumber yang tidak bisa kami sebutkan namanya mengatakan bahwa para Raja datang
melalui tempat ini yang kemudian ditandai dan selanjutnya para Rajapun pergi
meninggalkan Desa ini melalui tempat ini juga.sehingga di abadikanlah
tempat ini menjadi tempat yang Keramat. Dalam persi lain masyarakat Desa Embung
Kandong Menyebutnya Maliq’.
Nama Desa Embung Kandong tersebut erat kaitannya dengan
peristiwa-peristiwa penting yang melatarinya, mislanya yang zaman dahulunya
adalah sebuah telaga dan sekarang sudah menjadi Embung/ Bendungan . Telaga
sesungguhnya bermakna Embung sedangkan Kandong bermakna Tampungan. Disini coba kita memaknai nama Desa
Embung Kandong adalah dimana segala aspirasi dan keinginan masyarakat untuk
kita tampung dan kumpulkan di Desa juga kita dapat mengakomodir segala bentuk
kegiatan yang akan kita laksanakan di Desa juga kita dapat menampung segala
jenis program Pemerintah untuk disalurkan kepada masyarakat.
Visi
dan Misi
1.
Visi
“TERWUJUDNYA MASYARAKAT DESA EMBUNG
KANDONG
YANG AMAN,ADIL
DAN SEJAHTERA
DILANDASI IMAN DAN TAKWA”
Secara khusus, dijabarkan makna dari visi pembangunan desa yang sangat diperlukan untuk membangun kesamaan persepsi, sikap (komitmen), dan perilaku (partisipasi) segenap pemangku kepentingan (stakeholders) dalam setiap tahapan proses pembangunan selama saya
menjadi Kepala desa (Enam tahun kedepan.)
Aman : Adalah mengandung makna keamanan diseluruh
Wilayah Desa Embung Kandong
Adil : memiliki arti
pembangunan dan hasil-hasilnya dapat dinikmati
secara berkeadilan oleh seluruh lapisan
masyarakat Desa Embung
Kandong
Sejahtera : Konsep sejahtera menunjukkan kondisi kemakmuran suatu masyarakat, yaitu
masyarakat
yang terpenuhi kebutuhan ekonomi (materiil) maupun sosial (spirituil); dengan
kata
lain kebutuhan dasar masyarakat telah terpenuhi secara
lahir bathin secara adil dan merata dengan menititik beratkan pada peningkatan
kwalitas
sumberdaya
manusia yang
berdaya saing dan berdayaguna dan meningkatan pembangunan
yang difokuskan pada pembangunan perekonomian
desa yang berbasis pada potensi desa yang berdaya jual dan berdaya saing.
Adapun indikator secara ilmiah adalah tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkesinambungan sehingga meningkatkan pendapatan perkapita
pada
tingkat yang
tinggi, menurunnya tingkat pengangguran, menurunnya jumlah penduduk miskin;
terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif; meningkatnya
kualitas
sumber
daya manusia yang ditandai dengan terpenuhinya hak sosial masyarakat
mencakup
akses pada pelayanan dasarsehingga
mampu meningkatkan indeks pembangunan
manusia (IPM),
meningkatkan perlindungan dan kesejateraan
sosial,
keluarga
kecil berkualitas, pemuda dan olah raga serta meningkatkan
kualitas
kehidupan
beragama; meningkatnya
peranan perempuan dalam pembangunan; tersedianya
infrastruktur yang memadai; meningkatnya profesionalisme
aparatur pemerintah untuk mewujudkan
tata
pemerintahan yang baik, bersih, berwibawa dan bertanggung jawab yang
mampu mendukung pembangunan desa.
Iman : mengandung makna keyakinan adanya Allah, Tuhan yang Maha Esa
dengan segala sifat kesempurnaan-Nya dan keyakinan terhadap Muhammad Rasulullah
dan risalah kerasulan yang dibawanya. menciptakan
suatu kondisi masyarakat yang senantiasa berpegang teguh pada keyakinan beragama. Karena di Desa Embung Kandong seratus persen penduduknya beragama Islam maka sangat diharapkan semua tindakan yang
dilakukan senantiasa
berpedoman pada Al-Quran dan sunnah Rosul Sholallahu ‘alaihi
Wasalam,
sehingga akan tercipta
masyarakat
yang
mempunyai solidaritas
yang
tinggi dan kepedulian
terhadap
sesamanya. Islam
mengajarkan untuk hidup
saling menghargai saling
tolong-menolong
dalam kebaikan dan
mencegah pada kemungkaran
setelah keadan itu tercapai
maka tidak akan
ada suatu
masalahpun yang
tidak
dapat diselesaikan
Langganan:
Postingan (Atom)
































